Cinta di Balik Layar: Mengintip Penonton Indonesia di Hari Kasih Sayang

Melihat geliat penonton film pendek di Indonesia, tentu saja menjadi sebuah hal yang tidak akan habis untuk dibicarakan. Sayangnya, masih sedikit sekali public space yang dapat diakomodasi untuk kepentingan menonton film pendek. Biasanya, film pendek banyak ditonton melalui portal Youtube, terbukti dengan jumlah views yang cukup mengejutkan. Hal ini sedikit memperlihatkan besarnya animo masyarakat terhadap film pendek di Indonesia.
Terlepas dari film pendek, penyebaran bioskop besar di Indonesia pun belum merata. Lalu, bagaimana sih cara yang tepat untuk mengakomodasi keinginan menonton film di Indonesia? Well, selagi belum bisa membangun bioskop besar, mungkin Bioskop Mandiri bisa menjadi alternatif yang tepat. Apa sih sebenarnya Bioskop Mandiri itu?
Mendengar kata bioskop, mungkin yang terlintas di pikiran kita adalah kursi merah empuk dan layar yang besar. Tapi, apakah sebuah layar kecil dan kursi yang tidak empuk tidak bisa juga disebut bioskop? Tentu saja, masih bisa, asal memang ada film yang ditayangkan. Bioskop mini, bioskop alternatif, atau apapun sebutan orang yang mungkin saja tidak mewah, namun nyaman dan memutarkan film dengan kualitas.
Bioskop Mandiri ini tersebar di beberapa kota di Indonesia seperti Samarinda, Yogyakarta, Jepara, Makassar, Palu, dan masih banyak kota-kota lainnya. Tentu saja ekspansi yang cukup menyenangkan, untuk dapat menayangkan film pendek berkualitas sampai ke luar Jawa. Secara perdana, Bioskop Mandiri akan hadir mulai 14 Februari 2012 nanti dengan Omnibus Valentine, tiga film bertemakan cinta, yang diproduksi khusus untuk merayakan hari kasih sayang. Ketiga film tersebut adalah Tetap Sebuah Rahasia karya Pandhu Adjisurya, Bisik dan Jendela karya Edo R. Rahman, dan Beruang Kecil karya Jeihan Angga. Ketiga film tersebut memiliki genre yang berbeda dan akan dikemas menjadi suatu omnibus. Seperti apa jadinya? Saksikan saja dalam “Cinta di Balik Layar” 14 Februari besok.
Nah, siapa orang di balik Bioskop Mandiri? Mungkin agak sedikit mencengangkan, karena mereka adalah 10 anak muda (yang masih mahasiswa) dan berbasis di Yogyakarta, bernama Pabrik Film. Memang, Yogyakarta terkenal dengan geliat filmmaker yang berpassion, dan ini adalah salah satu bentuk nyatanya. Sama seperti komunitas lain, secara periodik Pabrik Film memproduksi film pendek untuk kemudian diputar di Bioskop Mandiri yang tersebar di mana-mana. Sebenarnya, Pabrik Film hadir untuk menyikapi permasalahan distribusi dan apresiasi film pendek di Indonesia. Tentu saja, ini adalah sebuah bentuk kekreatifan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Menyajikan film pendek ke kota-kota di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan penonton, adalah sebuah hal yang patut diacungi jempol.

Di mana saja Bioskop Mandiri ini akan hadir? Untuk mengetahui spot pemutaran Bioskop Mandiri, bisa menghubungi Jatmiko Kresnatama melalui email jatmikokresnatama@yahoo.co.id. Semoga Bioskop Mandiri ini juga hadir di kota kamu!










